Rabu, 03 Juli 2013

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Provider Telekomunikasi Berdasarkan Karakteristik Konsumen Menggunakan Logika If-Then

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Provider Telekomunikasi Berdasarkan Karakteristik Konsumen Menggunakan Logika If-Then Dilengkapi dengan Pohon Keputusan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Sistem pakar sangat bermanfaat karena dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya bisa diselesaikan dengan bantuan para ahli. Banyaknya penyedia layanan telekomunikasi di indonesia menyebabkan persaingan diantara penyedia layanan dengan berlomba-lomba memberikan tarif yang murah. Akan tetapi banyaknya provider juga membuat bingung konsumen dalam memilih provider yang sesuai dengan kebiasaan dan karakteristik konsumen. Dan tidak sedikit juga yang tertipu dengan iklan yang murah namun pada kenyataan terdapat syarat dan ketentuan yang pastinya membuat semakin bingung konsumen. Sistem pendukung keputusan pemilihan provider telekomunikasi berdasarkan karakteristik konsumen menggunakan logika if-then dilengkapi dengan pohon keputusanmerupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar yang mendukung Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penggunaan service provider telekomunikasi. Sistem ini dapat diakses melalui perangkat mobile ( handphone atau PDA) dengan teknologi Wireless Application Protocol (WAP). Sistem pelacakan dalam sistem ini menggunakan Logika if-then yang dilengkapi dengan pohon keputusan.

1.2.Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1.      Provider apa yang paling murah digunakan untuk menelpon ke sesama operator ?
2.      Metode apa yang digunakan untuk menentukan provider yang sesuai dengankarakteristik penggunaan ?



1.3.Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian tugas besar ini adalah :
1.      Mengetahui Provider yang paling murah digunakan untuk menelpon ke sesama operator.
2.      Mengetahui metode yang digunakan untuk menentukan provider yang sesuai dengankarakteristik penggunaan.

1.4.Batasan Masalah
Dalam penelitian tugas besar Sistem Pendukung Keputusan memiliki batasan masalah sebagai berikut:
1.      Penelitian hanya berdasarkan variabel penggunaan telpon.
2.      Meneliti servis provider GSM prabayar (Simpati, As, IM3, Mentari, XL, Axis, 3)
3.      Berdasarkan tarif telpon yang digunakan setiap provider pada tahun 2012.














BAB II
DASAR TEORI

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan alternative tindakan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Pengambilan keputusan dilakukan dengan pendekatan sistematis terhadap permasalahan melalui proses pengumpulan data menjadi informasi serta ditambah dengan faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.
Tahap – tahap Pengambilan Keputusan
Menurut Herbert A. Simon ( Kadarsah, 2002:15-16 ), tahap – tahap yang harus dilalui dalam proses pengambilan keputusan sebagai berikut :
1.    Tahap Pemahaman ( Inteligence Phace )
2.    Tahap Perancangan ( Design Phace )
3.    Tahap Pemilihan ( Choice Phace )
4.    Tahap Impelementasi ( Implementation Phace )

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif – alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model.
Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
Dari pengertian Sistem Pendukung Keputusan maka dapat ditentukan karakteristik antara lain :
1.    Mendukung proses pengambilan keputusan, menitik beratkan pada management by perception
2.    Adanya interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control proses pengambilan keputusan
3.    Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur  dan tak struktur
4.    Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan
5.    Memiliki subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan item
6.    Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen.

PROGRAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Sebuah program umumnya memproses data atau informasi dengan alur/flow tertentu. Untuk itulah diperlukan teknik pengambilan keputusaan yang memungkinkan programmer mengatur ke mana instruksi program akan mengalir.
Salah satu tool penting untuk memproses informasi adalah statement untuk menentukan pengambilan keputusan atau conditional statement. Ini merupakan bagian dari program yang menanyakan apakah sesuatu Benar atau Salah, kemudian mengarahkan program ke salah satu alternatif aliran yang ada.
Misalnya ada sebuah statement:
Harga < 100
Statement di atas bisa bernilai benar/trueatau salah/false pada variabel Harga yang dimasukkan oleh programer. Statement diatasakan bernilai benar/true jika variabel Hargakurang dari 100, sementara akan menghasilkan nilai False jika variabel Harga lebih atau samadengan 100.
Anda bisa menggunakan operator perbandingan berikut untuk membandingkan dua operand yang diperlukan dalam mengambil keputusan:
Operator
Perbandingan
Artinya
=
Sama dengan/Equal to
<> 
Tidak sama dengan/Not equal to
> 
Lebih besar dari/Greater than
< 
Kurang dari/Less than
>=
Lebih dari atau sama dengan/Greater than or equal to
<=
Kurang dari atau sama dengan/Less than or equal to
Berikut contoh penggunaan statement kondisional di atas:
Penggunaan
Artinya
10 o 20
True (karena 10 tidak sama dengan 20)
Nilai < 20
True jika Nilai kurang dari 20; jika tidak maka False
TextBoxI .Text = "selamat"
True jika properti Text dari objek Textboxladalah "selamat", jika tidak, maka False.

Blok statement yang menggunakan kondisional disebut struktur pengambilan keputusan atau decision structure.Struktur ini menentukan bagian mana dari program yang dieksekusi dengan syarat memenuhi statement kondisional yang digunakan.
Jadi seolah-olah programmer mengarahkan kepada komputer untukmelakukan: Jika begini, maka yang diproses ini, dan jika tidak begini yang diproses itu.
Dalam bahasa Inggris, hal ini disebut If statement. Salah satu cara mendeskripsikan If statement adalah menggunakan Statement lf...then
Sintaks untuk If statement dalam Visual Basic 2010 adalah:
If kondisional Then statement
Di mana kondisional merupakan ekspresi kondisional (untuk melanjutkan pemrosesan harus bernilai True). Sementara statement adalah statement standar dari Visual Basic. Contoh If statement adalah:
If Nilai >= 80 Then Label1.Text = "Anda memang jenius"
Jadi ekspresi kondisional yang dipakai adalah:
Nilai >= 80
Jika kondisi ini bernilai benar, misalnya variabel Nilai bernilai 90, mak.i properti Text dari Labell akan bertuliskan "Anda memang jenius". Tapi jika tidak, maka teks dari Label1 tidak akan berubah.
Statement kondisional ini nilainya hanya Boolean, True atau False, dantidak ada nilai di antaranya. Statement If bisa juga lebih dari satu. Untuk mengakomodasi jumlah If lebih dari satu, Anda perlu menggunak.in beberapa keyword Elself, Else dan End If.
Berikut ini contoh sintaks If yang berjumlah lebih dari satu:
If kondisil Then
Statement yang dieksekusi jika kondisil nilainya True Elself kondisi2 Then
Statement yang dieksekusi jika kondisi2 bernilai True [Kondisi Elself tambahan bisa ditaruh di sini]
Else
Statement yang dieksekusi jika semua kondisi di atas tidak ada yang True End If
Untuk kondisional sendiri, Anda bisa menggabungkan beberapa nilai Boolean menggunakan beberapa operator logis yang ada di situ. Berikut ini beberapa operator logis (logical operator) yang bisa dipakai untuk menyambungkan nilai Boolean True atau False hingga menghasilkan nilai yang baru.
Operator
Logis
Artinya
And
Jika semua ekspresi kondisional bernilai True, barulah hasilnya True.
Or
Jika ada salah satu ekspresi yang True, maka hasilnya True.
Not
Jika statement kondisional bernilai False, maka hasilnya True. Sementara sebaliknya, jika kondisional bernilai True, maka hasilnya False.
Xor
Nilai True jika dan hanya jika ada satu saja dari ekspresi kondisional yang True. Jika keduanya True atau keduanya False, maka hasilnya adalah False.








BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi yang digunakan pada penelitian ini antara lain Studi Literatur dan SDLC (System Development Life Cycle) yang meliputi tahap Analysis, Design, Implementation, Testing dan Maintenance.
a.    Studi literatur
Tahap ini merupakan tahap pengumpulan informasi dan literatur yang diperlukan untuk pembuatansistem. Adapun informasi dan literatur yang dipergunakan diantaranya mengenai tarif telpon operator GSM, sistem pakar, WAP, PHP dan MYSQL.


b.   Analisis dan perancangan
Pada tahap ini dilakukan analisis serta desain yang diperlukan dalam membuat sistem, diantaranyaakuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan, mekanisme inferensi, perancangan DFD, ERD, perancanganbasisdata dan perancangan user interface.
Akuisisi pengetahuan adalah proses pengumpulan pengetahuan. Pada penelitian ini informasimengenai tarif nelpon operator GSM diperoleh dari website operator GSM dan telpon customer service. Pengetahuan yang diperoleh meliputi : tarif nelpon tiap-tiap operator pada jam tertentu, bonus, tarif nelpon ke sesama operator dan lintas operator non PSTN.
Setelah akuisisi pengetahuan diperoleh, selanjutnya dilakukan representasi pengetahuan yangdikumpulkan. Tujuan representasi pengetahuan adalah untuk mengembangkan suatu struktur yangakan membantu pengkodean pengetahuan ke dalam program. Dalam penelitian ini basis pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan kaidah berupa IF – THEN.
IF Kondisi1 (AND Kondisi2 …) THEN Kesimpulan
Kaidah produksi merupakan statemen dua bagian yang disatukan menjadi sepenggal kecil pengetahuan.Kaidah bagian pertama IF yang menyatakan premis, kondisi atau antecedent, dan kaidah bagian keduaTHEN yang menyatakan suatu kesimpulan atau konklusi
Setelah representasi selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah menentukan mekanisme inferensi.

c.    Implementasi
Pada tahap ini, rancangan sistem yang telah dibuat akan diimplementasikan menggunakan PHP.

d.   Uji coba, Uji Validitas dan Evaluasi
Pada tahap ini, akan dilakukan uji coba dan evaluasi terhadap sistem serta akan dilakukan perbaikan-perbaikanyang diperlukan.


BAB IV
PERANCANGAN SPK

4.1.  Data Flow Diagram
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Provider Telekomunikasi Berdasarkan Karakteristik Konsumen Menggunakan Logika If-Then Dilengkapi dengan Pohon Keputusan merupakan sistem yang dibuat untuk membantu pengguna dalam memilih provider GSM yang cocok berdasarkan karakteristik penggunaan telepon yang meliputi waktu panggilan dan lama panggilan, hal ini berdasarkan tarif tiap-tiap provider yang berbeda berdasarkan waktu. Sehingga dengan mengetahui kebiasaan konsumen dapat menentukan provider yang sesuia berdasarkan tarif termurah (terkecil).
1.      Diagram Konteks
Pada diagram konteks yang menunjukkan hubungan antara sistem dengan entitas eksternal. Entitas eksternal dalam SPK pemilihan Provider GSM adalah user(pengguna). User memberikan input data berupa jam dimana user sering melakukan panggilan, total waktu panggilan yang biasa dilakukan pada jam tersebut, dan input data GSM apa yang banyak digunakan oleh teman-teman user. Data tersebut dibutuhkan sebagai pertimbangan untuk provider yang sesuai dengan kebiasaan user.


Gambar 4.1 diagram konteks SPK pemilihn provider GSM


Setelah data yang dibutuhkan masuk ke dalam sistem kemudian sistem memproses dengan melihat tarif pulsa terkecil dan kemudian disarankan kepada user melalui interface yang sudah dirancang.

2.      Diagram Dekomposisi
Diagram dekomposisi digunakan untuk melihat proses yang ada dalam SPK pemilihan provider GSM. Terdapat dua subsistem yaitu subsistem penggunaan GSM dan subsistem saran GSM. Sehingga terdapat 3 proses yaitu jam panggilan, lama panggilan, saran GSM.


Gambar 4.2 diagram dekomposisi SPK pemilihan provider

3.      Event Handler
Pada tabel kejadian menunjukan kejadian, aktor, pemicu dan respon setiap proses yang ada.




Tabel 4.1 event handler SPK pemilihan provider GSM
No
Proses
Aktor
Kejadian
Pemicu
Respon
1
Jam Panggilan
User
User memasukkan jam panggilan telfon
Waktu telfon
Besar tarif
2
Lama Panggialan
User
User memasukkan lama panggilan yang sering dilakukan
Menit panggilan
Pulsa dikeluarkan
3
Saran GSM
Waktu
Sistem memberikan saran GSM yang  digunakan
Pulsa Terkecil
GSM yang disarankan
4
GSM yang digunakan teman
User
User memasukkan GSM yang banyak digunakan teman
Nama GSM
Skema tarif

4.      Event Diagram
Event diagram SPK pemilihan provider GSM merupakan diagram yang menunjukan hubungan antar entitas yang digunakan dalam proses.

Gambar 4.3 event diagram jam panggilan

Pada event diagram jam panggilan, user memasukan waktu yang sering dilakukan panggilan oleh user. Kemudian dilihat tarif untuk semua provider pada jam tersebut.


Gambar 4.4 event diagram lama panggilam

Event diagram lama panggilan digunakan untuk mengetahui lama waktu panggilan yang biasa dilakukan oleh user kemudian akan dihitung tarif telpon untuk masing-masing provider.


Gambar 4.5 event diagram saran GSM

Gambar 4.5 menunjukan event diagram saran GSM yang merupan output dari SPK pemilihan provider GSM.
Gambar 4.6 event diagram GSM yang digunakan teman
Gambar diatas menunjukkan event diagram GSM yang digunakan teman. Input berupa nama GSM yang digunakan oleh kebanyakan teman.
5.      Diagram Sistem
Gambar 4.7 diagram sistem SPK pemilihan provider GSM

4.2.Perancangan ERD
Gambar 4.7 ERD untuk SPK pemilihan provider GSM
4.3.Pohon Keputusan

Gambar 4.8 pohon keputusan SPK pemilihan provider



4.4.Bagian SPK
4.4.1. Subsistem Manajemen Data
Subsistem manajemen data SPK pemilihan provider GSM merupakan susbsistem yang berisi data-data yang diperlukan dalam pembuatan keputusan. Data-data tersebut meliputi tarif tiap-tiap provider yang dibedakan berdasarkan :
a.       Waktu saat melakukan panggilan.
1.      Pukul 00.00 – 05.00
2.      Pukul 05.01 – 12.00
3.      Pukul 12.01 – 17.00
4.      Pukul 17.01 – 24.00
b.      Waktu lama panggilan.
1.      Kurang 5 menit.
2.      6 menit – 30 menit.
3.      31 menit – 60 menit.
4.      Lebih dari 60 menit.
c.       Tarif panggilan sesama operator dan ke operator lain.
d.      Provider yang banyak digunakan oleh teman user.
4.4.2. Subsistem Manajemen Model
Merupakan subsistem yang berisi tentang model penyelesaian SPK pemilihan provider GSM, adapun model yang digunakan adalah if...then.
4.4.3. Subsistem Antarmuka Pengguna
Subsistem yang digunakan untuk berinteraksi dengan user. Antarmuka pengguna didesain menggunakan bahasa pemrograman PHP yang berbasis web dan WAP Mobile, sehingga sangat flexible untuk diakses dimanapun dan kapanpun.

Gambar 4.9 halaman depan

Gambar 4.10 pertanyaan pertama

Gambar 4.11 pertanyaan ke-2

Gambar 4.12 pertanyaan ke-3

Gambar 4.13 hasil output

4.4.4. Subsistem Basis Pengetahuan
Merupakan subsistem yang berfungsi untuk mendukung subsistem lain yang merupakan komponen independen. Pada SPK pemilihan provider GSM belum terdapat subsistem basis pengetahuan.


BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5.1  Data Flow Diagram
Data flow diagram digunakan untuk mengetahui hubungan antara sistem denga entitas eksternal dan untuk mengetahui aliran data pada setiap proses. SPK pemilihan provider GSM memiliki satu entitas eksternal yaitu user, user  memiliki peran untuk memasukkan data, jam panggilan, waktu panggilan, gsm yang digunakan oleh teman user. Data tersebut digunakan untuk memberian output berupa saran provider GSM yang harus digunakan oleh user berdasarkan pertimbangan tarif terkecil.
5.2  Perancangan ERD
ERD pada SPK pemilihan provider GSM terdapat 3 entitas meliputi provider GSM, jam panggilan, lama panggilan yang dihubungkan oleh tarif. Untuk provider GSM memiliki 2 atribut yaitu nama provider yang berperan sebagai primary key  dan atribut tarif dasar yang merupakan tarif untuk panggilan masing-masing provider GSM. Jam panggilan memiliki 2 atribut yaitu, kode panggilan yang merupakan primary key dan aribut waktu panggilan yang berisi jam panggilan yang dibagi menjadi 4 yaitu jam 00.00 – 05.00, jam 05.01 – 12.00, jam 12.01 – 17.00, dan jam 17.01 – 24.00. Lama panggilan memiliki 2 atribut yaitu kode nama berfungsi sebagai primary key dan atribut lama panggilan yang berisi kategori lama panggilan telepon yang biasa dilakukan oleh user. Adapun pembagian waktu tersebut yaitu kurang dari 5 menit, 6 sampai 30 menit, 31 sampai 60 menit, serta lebih dari 60 menit. Tarif yang merupaka penghubung dari tiga entitas yang lain memiliki 6 atribut antara lain total tarif yang berfungsi sebagai primary key, nama provider sebagai foreign key, kode panggilan sebagai foreign key, lama panggilan sebagai foreign key, tarif sesama, tarif panggilan ke operator lain.
5.3  Pohon Keputusan
Merupakan diagram struktur yang berisi urutan keputusan untuk menyelesaikan kasus SPK pemilihan provider. Data yang dimasukkan oleh user akan diproses sesuai dengan pohon keputusan untuk menghasilkan output jawaban. 
5.4  Bagian-bagian SPK
a. Subsistem manajemen data
Subsistem manajemen data pada SPK pemilihan provider GSM masih belum sempurna karena apabila ada perubahan data tarif proses updating data harus merombak keseluruhan sistem sehingga akan memakan waktu yang lama, namun untuk akses data dan pemasukkan data user sudah lancar. Seharusnya data tarif disimpan dan dimanajemen menggunakan database management system namun karena kelemahan PHP dalam melakukan operasi matematikan sehingga sangat sulit untuk mengimplementasikannya.
b. Susbsistem manajemen model
SPK pemilihan provider GSM ini menggunakan metode logika if-then karena logika ini paling mudah digunakan dan sesuai dengan masalah yang diambil. Sistem ini tidak dapat diganti model dengan mudah karena tidak dilengkapi dengan fitur update model.
c. Subsistem antarmuka pengguna
subsistem antarmuka pengguna didesain dengan sangat simpel karena tujuan penggunaannya adalah di mobile, sehingga denga tampilan yang sederhana tidak membuat berat saat loading dan hemat trafficGPRS.
d. Subsistem manajemen pengetahuan.
Pada sistem pendukung keputusan pemilihan provider GSM belum terdapat sistem manajemen pengetahuan.



BAB VI
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Provider yang paling murah digunakan untuk menelpon ke sesama operator untuk lama panggilan 5 menit adalah Tri sebesar Rp. 412,5 ; untuk lama panggilan 30 menit adalah AS sebesarRp. 500,- ; untuk lama panggilan 60 menit adalah AS sebesar Rp. 1000,- ; untuk lama panggilan 90 menit adalah AS sebesar Rp. 1000,-.

2.      Metode yang digunakan untuk menentukan provider yang sesuai dengan karakteristik penggunaan adalah metode if-then dilengkapi dengan pohon keputusan.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

gag ad gambar iya gan..???

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost