Jumat, 30 Maret 2012

Sistem Pakar (Expert System)


1.        Definisi Sistem Pakar
Sistem pakar secara umum dapat didefinisikan sebagai  sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar computer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Ada beberapa definisi tentang sistem pakar, antara lain :
v  Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program computer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar.
v  Menurut Ignizio : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
v  Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem computer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.
Sistem Pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon. GPS (dan program-program yang serupa) ini mengalami kegagalan dikarenakan cakupan terlalu luas sehingga terkadang justru meninggalkan pengetahuan-pengetahuan penting yang seharusnya disediakan.
Contoh dari sistem pakar antara lain adalah MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO dan DELTA.
2.        Keuntungan Sistem Pakar
Secara garis besar, banyak manfaat yang diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
a)             Memungkinkan pekerjaan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli;
b)             Bisa melakukan proses berulang secara otomatis;
c)             Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar;
d)            Meningkatkan output dan produktivitas;
e)             Meningkatkan kualitas;
f)              Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
g)             Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
h)             Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
i)               Memiliki reliabilitas.
j)               Meningkatkan kapabilitas sistem computer.
k)             Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidak pastian.
l)               Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
m)           Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
n)             Menyingkat waktu dalam pengambilan keputusan.  
3.        Kelemahan Sistem Pakar
Disamping mempunyai kelebihan sistem pakar juga mempunyai kelemahan, kelemahan yang dimiliki oleh sistem pakar, sebagai berikut :
a)         Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya.
b)        Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitanya dengan ketersediaan pakar di bidangnya.
c)         Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.
4.        Konsep Dasar Sistem Pakar
Menurut Efraim Turban, konsep sistem pakar mengandung : keahlian, ahli, pegalihankeahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan.
Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman.
Seorang ahli adalah seseorang yang mampu menjelaskan suatu tangapan, mempelajari hal-hal baru seputar topic permasalahan (domain), menyusun kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecah aturan-aturan jika dibutuhkan, dan menentukan relevan tidaknya keahlian mereka.
Pengalihan keahlian dari para ahli ke computer untuk kemudian dialihkan lagi ke orang lain yang bukan ahli, merupakan tujuan untama dari sistem pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu : tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan  (ke komputer), inferensi pengetahuan, dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di computer disebut dengan basis pengetahuan. Ada 2 tipe pengetahuan, yaitu : fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan).
Sistem Konvensional
Sistem Pakar
v  Informasi dan pemrosesannya jadi satu dengan program
v  Basis pengetahuan merupakan bagian terpisah dari mekanisme inferensi
v  Biasanya tidak bisa menjelaskan mengapa suatu inputan  data itu dibutuhkan, atau bagaimana output itu diperoleh
v  Penjelasan adalah bagian terpenting dari sistem pakar
v  Pengubahan program cukup sulit & membosankan
v  Pengubahan aturan dapat dilakukan dengan mudah
v  Sistem akan beroperasi jika sistem tersebut sudah lengkap
v  Sistem dapat beroprasi hanya dengan beberapa aturan
v  Eksekusi dilakukan langkah demi langkah
v  Eksekusi dilakukan pada keseluruhan basis pengetahuan
v  Menggunakan data
v  Menggunakan pengetahuan
v  Tujuan utamanya adalah efisiensi
v  Tujuan utamanyaadalah efektivitas

5.        Bentuk Sistem Pakar
Ada 4 bentuk sistem pakar, yaitu :
a)    Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdiri-sendiri tidak tergabung dengan software yang lainnya. Semua contoh sistem pakar pada tabel 5.1 merupakan sistem pakar sejenis ini.
b)   Tergabung. Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakan program dimana di dalamnya memanggil algoritma subrutin lain (konvensional).
c)    Menghubungkan ke software lain. Bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar yang menghubungkan ke suatu pakaet program tertentu, misalnya dengan DBMS.
d)   Sistem Mengapdi. Sistem pakar merupakan bagian dari computer khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.
6.        Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar terdiri-dari 2 bagian pokok, yaitu : lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi.


Gambar 5.1 Struktur Sistem Pakar
Komponen-komponen yang ada pada sistem pakar adalah Gambar 5.1 :
a)    Subsistem penambahan pengetahuan. Bagian ini digunakan untuk memasukkan pengetahuan, mengkonstruksi atau memperluas pengetahuan dalam basis pengetahuan. Pengetahuan itu bisa berasal dari : ahli, buku, basis data, penelitian, dan gambar.
b)   Basis pengetahuan. Berisi pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasikan dan menyelesaikan masalah.
c)    Motor inferensi. Program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi-informasi dalam basis pengetahuan dan blackboard, serta digunakan untuk memformulasikan konklusi. Ada 3 elemen utama dalam motor infrensia, yaitu :
þ Interpreter : mengeksekusi item-item agenda yang terpilih dengan menggunakan aturan-aturan dalam basis pengetahuan yang sesuai.
þ Scheduler : akan mengontrol agenda.
þ Consistency enforcer : akan berusaha memelihara konsistenan dalam mempresentasikan solusi yang bersifat darurat.
d)   Blackboard. Merupakan area dalam memori yang digunakan untuk merekam kejadian yang sedang berlangsung termasuk keputusan sementara. Ada 3 tipe keputusan yang dapat direkam, yaitu :
þ Rencana : bagaimana menghadapi masalah.
þ Agenda : aksi-aksi yang potensial yang sedang menunggu untuk dieksekusi.
þ Solusi : calon aksi yang akan dibangkitkan.
e)    Antarmuka. Digunakan untuk media komunikasi antara user dan program.
f)    Subsistem penjelasan. Digunakan untuk melacak respond dan memberikan penjelasan tetang kelakuan sistem pakar secara interaktif melalui pernyataan :
þ Mengapa suatu pernyataan ditanyakan oleh sistem pakar ?
þ Bagaimana konklusi dicapai ?
þ Mengapa ada alternative dibatalkan ?
þ Rencana apa yang digunakan untuk mendapatkan solusi ?
g)    Sistem penyaring. Sistem ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem pakar itu sendiri untuk melihat apakah pengetahuan-pengetahuan yang ada masih cocok untuk digunakan di masa mendatang.


7.        Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam penyelesaian masalah, tentu saja didalam dominan tertentu. Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu:
1.      Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)
Pada penalaran berbasis aturan pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan si pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan. Disamping itu, bentuk ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah-langkah pencapaian solusi.
2.      Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning)
Pada penalaran berbasis kasus, bersis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama(mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunkan apabila kita telah memiliki sejumlah situasi atau kasustertentu dalam kasus pengetahuan.
8.        Motor Inferensi
Ada 2 cara yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi, yaitu:
1.      Foward Chaining. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.
2.      Backward Chaining. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut dicari harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan.
9.        Ciri-Ciri Sistem Pakar
Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
a)    Memiliki fasilitas informasi yang handal
b)   Mudah dimodifikasi
c)    Dapat dipergunakan dalam berbagai jenis komputer
d)   Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi
10.    Permasalahan Yang Disentuh Oleh Sistem Pakar
Ada beberapa masalah yang menjadi area luas aplikasi sistem pakar, antara lain:
1)        Interpretasi. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk diantara: pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal dan beberapa analisis kecerdasan.
2)        Predeksi. Termasuk diantaranya: peramalan, predeksi demografis, peramalan ekonomi, predeksi lalulintas, estimasi hasil, militer, pemasaran atau peramalan keuangan.
3)        Diagnosis. Termasuk diantaranya: medis, elektronis, mekanis dan diagnosis perangkat lunak.
4)        Perancangan. Termasuk diantaranya: layout sirkuit dan perancangan pembangunan.
5)        Perencanaan. Termasuk diantaranya: perencanaan keuangan, komunikasi, militer, pengembangan produk, routing, dan menejemen proyek.
6)        Montoring. Misalnya: Computer-Aided Montoring Systems.
7)        Debugging. Memberikan resep obat terhadap suatu kegagalan.
8)        Perbaikan.
9)        Intsruksi. Melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging, dan perbaikan kinerja.
10)    Kontrol. Melakukan kontrol terhadap interpretasi-interpretasi, prediksi, perbaikan, dan monitoring kelakuan sistem.
11.    Mengembangkan Sistem Pakar
Seperti layaknya pembangunan perangkat lunak, pada pengembangan sistem pakar inipun diperlukan beberapa tahapan seperti terlihat pada gambar dibawah ini:
Secara garis besar pengembangan sistem pakar pada gambar adalah sebagai berikut:
1.    Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan. Mengkaji situasi dan memutuskan dengan tentang masalah yang akan dikomputerisasi dan apakah dengan sistem pakar bisa lebih membantu atau tidak. Misalnya:
Perusahaan bagian pemeliharaan penerbangan komersial memerlikan bantuan yang terus-menerus dari beberapa spesialis yang ada. Hal ini memperlambat operasi perbaikan dan pelayanan.



Tahapan III:
Perancangan
Tahapan VI:
Tes
Tahapan V:
Dokumentasi                                                                          
Tahapan VI:
Pemeliharan
Reformulasi
Eksplorasi
Perbaikan
Kebutuhan
Pengetahuan
Struktur
Evaluasi
Produk
 


2.    Menentukan masalah yang cocok. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sistem pakar dapat bekerja dengan baik, yaitu:
·      Dominan adalah tidak terlalu luas
·      Kompleksitasnya menengah, artinya jika masalah terlalu mudah (dapat melaksanakan dalam bebrapa detik saja) atau masalah yang sangat kompleks seperti peramalan inflasi tidak perlu menggunakan sistem pakar.
·      Tersedianya ahli
·      Menghasilkan solusi mental bukan fisik, artinya sistem pakar hnaya memberikan anjuran tidak bisa melakukan aktivitas fisik seperti membau atau merasakan.
·      Tidak melibatkan hal-hal yang bersifat common sense, yaitu penalaran yang diperoleh dari pengalaman, seperti: adanya gravitasi membuat benda jatuh atau jika lampu lalulintas merah makan kendaraan harus berhenti.
3.    Mempertimbangkan alternatif. Dalam hal ini ada 2 alternatif yaitu menggunakan sistem pakar atau komputer tradisional.
4.    Menghitung pengembalian alternatif. Termasuk diantaranya: biaya pembuatan sistem pakar, biaya pemeliharaan dan biaya training.
5.    Memilih alat pengembangan. Bisa digunakan sofware pemuat sistem pakar (seperti: SHELL) atau dirangcang dengan bahasa pemprograman sendiri misalnya: dengan menggunkan PROLOG).
6.    Rekayasa pengetahuan. Perlu dilakukan penyempurnaterhadap aturan-aturan yang sesuai.
7.    Merancang sistem. Bagian ini termasuk pengembangan prototype serta menterjemahkan pengetahuan menjadi aturan-aturan.
8.    Melengkapi pengembangan. Termasuk pengembangan prototype apabila sistem yang telah ada sudah sesuai dengan keinginan.
9.    Menguji dan mencari kesalahan sistem
10.    Memelihara sistem. Dalam hal ini harus dilakukan: memperbaharui sistem, menganti pengetahuan yang sudah ketinggalan, dan meluweskan sistem agar lebih baik lagi dalam menyelesaikan masalah.


DAFTAR PUSTAKA
Kusumadewi, Sri. 2003. Artificial Intelligence. Graha Ilmu. Yogyakarta

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT WIFI-HOTSPOT


LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT WIFI-HOTSPOT

            Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak. Mulai dari cafe, restoran, sampai hotel pada umumnya menyediakan layanan Internet tanpa kabel ini. Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi. Sayangnya, tidak semua orang mengerti bagaimana cara membangun infrastruktur Wi-Fi. Kurangnya informasi dan mungkin harga yang agak mahal membuat banyak pemilik tempat usaha enggan untuk membangun hotspot. Padahal, adanya hotspot ini sangat berpotensi untuk menambah daya tarik dan juga bisa menambah penghasilan dari tempat itu sendiri.
            Makalah ini akan membahas hal-hal penting yang perlu diketahui untuk menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki dasar-dasar jaringan).
1. Menentukan konsep hotspot
            Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk ditentukan. Apakah hotspot yang nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Kita harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.
            Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Kita. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Kita harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.

2. Akses Internet yang cukup cepat
            Hal pertama yang harus dimiliki adalah akses Internet. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.
3. Membuat hotspot tanpa billing
            Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu). Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Kita hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.
            Alat pertama yang harus kita miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang kita gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).

 
Router Wireless In Door                                                              Router Wireless Out Door
            Selanjutnya, kita juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari client ke Internet. Sebaiknya, kita membeli router yang telah dilengkapi dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika kita membeli router yang tidak memiliki fungsi Access Point, maka kita juga harus membeli Access Point terpisah.
4. Membuat hotspot dengan billing

            Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini. Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (kita tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.
5. Konfigurasi akses Internet
            Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point). Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Kita bisa mencari informasi ini di buku manual perangkat .
            Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN) biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router kita.
6. Masalah DHCP server
            Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka kita harus mengaktifkan DHCP server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses hotspot kita (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini bisa juga memberikan lubang keamanan karena kita lebih sulit untuk mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.
Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung kita sendiri. Untuk kita yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang, maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client).Dengan begitu, jumlah pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.        
            Jika kita mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi alamat IP dari kitaselakupemilik hotspot. Bagi kita yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah mendapatkan IP dari DHCP server.
7. Memantau statistik user
            Hal ini hanya perlu dilakukan oleh kita yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu “Account Table” atau sejenisnya. Di sana, kita bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem.
Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.
8. Enkripsi yang tepat
            Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu, aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.
9. Client yang ingin mengakses
            Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, kita selaku pemilik hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login dengan mudah. Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas kepada calon pengguna. Setidaknya, kita menyediakan satu atau dua petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat kita dan mencari hotspot lain yang lebih informatif.
KNOW HOW
Ø  Walled Garden: Alamat web yang dapat diakses secara gratis tanpa perlu menggunakan login yang biasanya tersedia pada voucher. Kita bisa menentukan beberapa alamat web yang bisa diakses secara gratis tanpa perlu login. Tujuannya adalah agar calon pengguna bisa mencoba kecepatan akses hotspot terlebih dahulu.
Ø  Landing Page: Halaman depan sebuah Hotspot. Hotspot yang baik seharusnya dikonfigurasi agar menampilkan halaman ini secara otomatis jika terjadi kesalahan login atau login tidak dikenal. Halaman ini merupakan halaman awal yang muncul sebelum menggunakan hotspot.
Ø  Voucher: Kartu yang berisi data login dan informasi konfigurasi jaringan untuk mengakses Internet dalam jangka waktu tertentu.
SMCWHSG44-G dan SMCWHS-POS
Hotspot gateway dari SMC
            Hotspot gateway tersebut terdiri dari dua alat, yaitu SMC EliteConnect SMCWHSG44-G (broadband router dengan fungsi hotspot) dan SMCWHS-POS (POS printer untuk mencetak voucher).Kita juga akan mendapatkan sebuah keypad numerik yang nantinya digunakan untuk memasukkan nilai voucher yang ingin dicetak berdasarkan lama online.
            Kedua perangkat tersebut bisa bekerja tanpa membutuhkan peralatan tambahan lain. Namun, proses konfigurasi awal membutuhkan PC yang terkoneksi ke perangkat SMCWHSG44-G. Setelah proses konfigurasi selesai, perangkat ini bisa bekerja secara mandiri.
Instalasi relatif mudah
            Proses instalasi awal memang agak sedikit membingungkan. Kita  akan memperoleh sebuah router, POS printer, dan numeric keypad. Interkoneksi antar ketiga modul ini juga tampak sedikit rumit. Namun, SMC tampaknya sudah mengantisipasi hal ini. Sebuah diagram yang lengkap disediakan dalam buku manual SMC. Dengan adanya diagram ini, proses instalasi kabel antarperangkat bisa dilakukan dengan sangat mudah.
            Setelah selesai melakukan instalasi kabel, proses selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan konfigurasi router. CHIP menggunakan sebuah PC yang terhubung langsung ke port pada router. Setelah menyamakan segmen IP, maka proses konfigurasi bisa dilakukan dengan mudah. Seperti juga kebanyakan perangkat sejenis, SMC menyediakan pengaturan berbasiskan web based management. Artinya, kita bisa melakukan pengaturan dengan mudah menggunakan browser.
Pengaturan menjadi kunci
            Proses pengaturan akan memegang peranan penting. Tanpa proses pengaturan yang benar, bisa jadi hotspot tidak bekerja maksimal. Pengaturan pertama yang harus lakukan adalah mengatur konfigurasi Internet. SMC mendukung penggunaan gateway sampai dengan empat buah jalur koneksi (router ini menyediakan total lima port switch). Kita bisa memilih untuk menggunakan satu sampai empat buah gateway yang mendukung fungsi load balancing (berdasarkan port maupun alamat IP).
            Pengaturan lanjutan yang juga harus dilakukan adalah pengaturan keamanan. Kita harus mengatur enkripsi login dan enkripsi untuk koneksi (WEP atau WPA). Pengaturan terakhir adalah untuk menentukan harga sewa dari hotspot . Harga sewa ditentukan per unit. Sementara itu, setiap unit memiliki durasi waktu tertentu. Semuanya bisa diatur dari interface web router ini.
            Setelah proses konfigurasi selesai, maka sistem akan otomatis meminta kita untuk melakukan restart router. Klik tombol “Restart” dan tunggu sekitar 10 detik sampai sistem menampilkan kembali layar login.
Tahap uji coba
            Setelah semua proses konfigurasi selesai, maka sudah siap untuk mencoba hotspot. Cara mencetak voucher sebenarnya sederhana saja yaitu mengetikkan jumlah unit pada keypad numerik yang disediakan. Misalkan, mengetikkan angka “0”, “2”, dan “Enter”, maka voucher akan dicetak dengan nominal dua unit. Waktu per unitnya merupakan waktu yang telah kita tentukan sebelumnya. Nominal harga per unit yang tercetak juga sudah ditentukan dalam pengaturan sebelumnya. Sebagai tambahan, alat ini juga akan mencetak konfigurasi jaringan yang harus diatur oleh calon pengguna pada notebook/PDA-nya.

CARA MEMBUAT HOTSPOT UNTUK JARAK 100M

Perangkat yang dibutuhkan:
1. Router (1 buah)
2. Access Point/AP (min. 4 buah)
3. Modem (optional)
4. Kabel UTP secukupnya

            Router dibutuhkan sebagai server DHCP, Packet filtering dan gateway internet menuju modem. Untuk jangkauan 100m dibutuhkan min. 4 buah AP. Karena jangkauan 1 buah AP 802.11 a/b/g hanya sampai kira-kira max. 30m (tanpa penghalang dinding padat/beton) dan jangkauan antar AP harus saling tumpang-tindih(overlapping) satu dengan yang lain. Modem disesuaikan dengan jenis koneksi internet DSL/3G/HSDPA/HSUPA/EVDO). Kabel UTP digunakan untuk menghubungkan antara Router dengan modem.
            Semua AP harus disetting dalam SSID (Nama jaringan wirelessnya) yang sama namun dengan channel yang berbeda. Dan semua AP harus berada ada mode yang sama 802.11 a/b/g (pilih salah satu)
            AP indoor bisa dipakai outdoor, namun dengan performa(sinyal, jangkauan dan ketahanan terhadap perubahan temperatur, kelembaban dan debu) yang jauh dibawah AP outdoor. Kalau mau awet Outdoor ya pake AP Outdoor.
            Alangkah lebih baik jika AP sudah mendukung teknologi PoE (Power over Ethernet) untuk memudahkan pengkabelan untuk kabel daya. Namun harga AP-nya akan jauh lebih mahal. Bayangkan AP berada 20m diatas anda, bagaimana anda menancapkan adaptor AP ke sumber daya? Dengan PoE semuanya jadi lebih mudah dan rapi tanpa kabel gulungan.

Menambah Jangkauan Sinyal Hotspot


Kita bisa menambahkan jangkauan hotspot dengan antena yang lebih kuat. Gunakan antena omni 24 dB. Cukup membantu tanpa harus melanggar aturan power wifi. Atau anda bisa menggunakan penguat sinyal (booster) harganya cukup mahal dan berpotensi melanggar aturan wifi.
Disamping itu kita juga bisa menggunakan alat-alat. Antara lain :

1. WAP (Wireless Access Point) bisa merk tplink, linksys, dsb
2. Hub/Switch
3. Antenna Omni 360 derajat
4. Kabel utp secukupnya
5. Dan koneksi internet (speedy unlimited)
Semuanya dengan asumsi client koneksinya menggunakan antenna. Dan daerah yang dimaksud tercover line speedy.

Kalau koneksi dengan kabel LAN yang harus sediakan :
1. WAP (Wireless Access Point) bisa merk tplink, linksys, dsb
2. Hub/Switch
3. Kabel utp secukupnya
4. Dan koneksi internet (speedy unlimited)
Dengan asumsi jarak dengan client tidak terlalu jauh.

            Kalau di daerah yang belum tercover jaringan speedy, untuk client mesti pakai antenna wireless. Dari sisi client, antenna yang cocok adalah antenna grid 2,4 ghz.Karena cakupan area nya -/+ 4 km. Dari sisi server menggunakan antenna omni. Dari sisi client yang belum ada jaringan speedy dari telkom, fungsi antenna nya bisa sebagai repeater.

Biaya Membuat Hotspot
            Dengan asumsi koneksi dengan  speedy, maka biaya yang akan diinvestasikan tergantung
paket apa yang digunakan.

Dengan estimasi sebagai berikut:
ü  Modem: Rp.50.000,- s/d Rp.300.000,-
ü  Router: ≥ Rp. 300.000,-
ü  Kabel UTP 4 buah Rp. 200.000,-
ü  Akses Point ± Rp. 200.000,-

Kira-kira ≥ Rp.1000.000,- total biaya yang harus untuk menyediakan peralatan  instalasinya.

Penutup
            Hotspot atau tempat mengakses Internet dengan menggunakan Wi-Fi memang bukan lagi merupakan barang baru. Tetapi apakah memang sudah saatnya usaha kita (restoran, kafe, atau toko buku )menyediakan layanan ini ?
            Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menyediakan layanan ini. Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah target konsumen yang biasanya mampir ke tempat usaha kita. Jika selama ini tempat kita hanya dijadikan tempat “mangkal” orang-orang yang tidak terbiasa dengan peralatan ber-Wi-Fi, menyediakan hotspot tidak akan memberikan nilai tambah bagi pengunjung.
            Sebaliknya, bila pengunjungnya merupakan kaum eksekutif, maka menyediakan Wi-Fi akan memberikan nilai tambah yang sangat potensial. Tentunya bisa mendapatkan pemasukkan ekstra dengan menjual voucher hotspot. Pertimbangan lainnya adalah aspek ekonomis. Pengeluaran bulanan kita otomatis akan bertambah dengan adanya hotspot. Pemilihan jenis koneksi dan kecepatan yang tepat tentunya berperan untuk memberikan nilai ekonomis. Jangan sampai memilih koneksi Internet yang cepat dan mahal, tetapi tidak banyak digunakan oleh pengunjung (alias mubazir). Dari sisi pemasukan, kita bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan voucher yang dibeli oleh pengunjung. Selain itu, pengunjung juga kemungkinan besar akan memesan makanan/minuman ekstra selama mengakses hotspot .

Referensi :

ü  http://www.laksanaindradjaja.com
ü  http://kusprayitna.staff.uii.ac.id/2010/02/18/membuat-jaringan-hotspot-dengan-mikrotik/
ü  http://www.kotainternet.com/peluang-bisnis-hotspot.html
ü  http://rainbow-fatimah.blogspot.com/2009/04/peralatan-membuat-hotspot.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost