Senin, 19 Maret 2012

Sejarah Teknik Industri

Sejarah dan pengertian
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Universitas Sumatera Utara [USU], Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan Teknik Industri ITB Institut Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktek sarjana mesin pada tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan kelanjutan dari profesi pada zaman Belanda, yaitu terbatas pada pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia keilmuan Teknik Industri telah dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Teknik Industri
Ada beberapa definisi tentang Teknik Industri (Industrial Engineering). Menurut kamus Webster, Teknik Industri adalah disiplim ilmu teknik yang berkaitan langsung dengan perancangan, perbaikan, dan instalasi sistem yang terintegrasi yang berupa orang, material, dan energi di dalam suatu industri.
Seorang ahli teknik industri bekerja untuk mengeliminsi pemborosan dalam hal waktu, uang, material, energi, dan sumber daya lainnya.
Microsoft Encarta mendefinisikan Teknik Industri sebagai suatu lapangan keilmuan yang mengacu pada penggunaan alat-alat mesin, buruh, dan material mentah di dalam industri produksi yang efisien yang sebagiannya sangat mementingkan pandangan mengenai biaya dan ekonomi produksi, keselamatan kerja dan operator, dan pengembangan mesin otomatis yang menguntungkan.
Sementara teknik industri menurut Institute of Industrial Engineering (IIE) terkait dengan perancangan, perbaikan, dan instalasi sistem terintegrasi seperti orang, material, informasi, peralatan, dan energi dan dibangun atas pengetahuan dan keahlian khusus dalam bidang matematika, fisika, dan ilmu sosial bersama-sama dengan prinsip dan metode analisis rekayasa dan desain untuk menetapkan, memprediksi, dan mengevalusi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem.
Sejauh pengamatan saya disiplim teknik industri di beberapa universitas di dunia sangat dekat dengan Systems Engineering. Sering saya menemukan disiplin Industrial Engineering di sekolah-sekolah tersebut disatukan menjadi satu deprtemen menjadi Industrial and Systems Engineering. Bagi saya, seorang insinyur Teknik Industri adalah seorang generalis yang memandang sesuatunya secara holistik sebagai suatu sistem

  1. Efisien dan Efektif
Efisien artinya melakukan sesuatu dengan sumber daya yang hemat atau dengan tanpa pemborosan. Sementara efektif berarti keadaan dimana tercapainya tujuan yang diinginkan.
Efisien dan efektif berarti tercapainya tujuan dengan sumber daya yang hemat dan tanpa pemborosan. Tercapainya tujuan tersebut bias berarti dalam biaya yang rendah atau waktu yang pendek. Dari kata efisien bisa dibangun kata efisiensi yang merupakan rasio antara penambahan output per input yang digunakan untuk menghasilkan penambahan output tersebut.

  1. Optimal
Optimal berarti jumlah, derajat, atau sesuatu yang paling disukai yang bisa dicapai dalam suatu kondisi tertentu. Optimum tidak berarti maksimum, karena optimum mempertimbangkan juga faktor-faktor batasan/konstrain.
Kata optimum mengacu pada kualitas dan bukan kuantitas. Itu berarti “yang terbaik”, bukan “yang terbesar” atau “yang paling” seperti dalam temperatur optimum ruang penyimpanan makanan. Sering terjadi bahwa “yang terbaik” dapat berarti juga “yang terbesar” atau “yang paling”, seperti dalam kita mencari ROI yang optimum, yang mungkin menjadi alasan ambiguitas mengenai arti dari kata optimum itu sendiri.

  1. Produktivitas
Produktifitas dari sudut pandang ilmu ekonomi yaitu ukuran efisiensi produktif yang dihitung sebagai rasio dari apa yang diproduksi dan apa yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Input yang digunakan sebagai denominator dari rasio biasanya merupakan faktor tradisional dari lahan produksi, buruh, dan modal baik itu bersifat tunggal maupun agregat/gabungan.
                                                         OUTPUT TOTAL
PRODUKTIVITAS TOTAL =       INPUT TOTAL

ILMU DASAR DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI
Ilmu-ilmu operasional yang meliputu :
1. Analisis dan perancangan kerja. 
2. Pengawasan operasi.
3. Manajemen operasi

Tiga kriteria yang harus dilakukan agar aplikasi TI dapat berhasil yaitu:
            1. Kualitas.
            2. Waktu. 
            3. Biaya


Tujuan TI adalah menjamin bahwa produk/jasa yang dihasilkan berkualitas, tepat waktu dan dengan biaya yang sesuai.Ilmu yang termasuk dalam analisis dan perancangan operasi adalah :
Analisis Perancangan Kerja(Method engineering)
Merupakan studi yang mempelajari secara sistematis seluruh operasi langsung & tdk langsung unt mendapatkan perbaikan-perbaikan sistem kerja.
Dalam ME dibahas studi kerja (work study) & pengukuran kerja (work measurement).Studi kerja berkaitan dengan pencarian prosedur pelaksanaan kerja.Pengukuran kerja berkaitan dengan penentuan waktu standar yang digunakan dalam melaksanaan kegiatan kerja.

Ergonomi (Human factor)
Ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan orang dengan lingkungan kerjanya.
Ilmu ini muncul akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam proses kerja yaitu kesalahan dalam perancangan atau prosedur kerja. Sejumlah peralatan kerja dirancang tdk sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan lingkungannya. Empat dasar subkategori utama dlm ergonomi, yaitu : skeletal/muscular (kerangka/otot); sensory (alat indera); environmental (lingkungan) dan mental.
Perencanaan dan Perancangan Fasilitas
Meliputi penentuan/penempatan lokasi fasilitas, tat letak fasilitas. Tujuan dari perencanaan & perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan biaya yang minimaum.
Material Handling
Tujuan dari MH adalah untuk meminimumkan MHC, karena seringkali Mh menimbulkan biaya yang tdk sedikit.
Riset Operasional
Meliputi penentuan pola-pola distribusi barang, pola-pola jaringan yang efisien dan optimalitas.
Sistem Produksi
Aktivitas mengolah atau mengatur penggunaan sumber daya (resources) yang ada dlm memproduksi barang/ jasa dengan tujuan efisiensi dan efektifitas dalam proses produksi.Termasuk dalam aktivitas proses produksi al : pemilihan mesin, estimasi biaya, sistem perawatan, sistem produksi tepat waktu (just in time), pengawasan persedian, pengendalian kualitas, dll.
Manajemen
Merupakan karya seni dan ilmu dalam memerintah, mengatur orang dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), dan pengawasan (controlling).

Simulasi
Suatu metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata. Seperti antrian orang di airport, antrian mobil di SPBU/parkir, nasabah di Bank, barang yang antri di proses produksi dll.

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
Strength
Kekuatan yang ada pada seorang insinyur teknik industri ada pada keilmuannya yang merupakan gabungan antara manajemen dan engineering. Itu berarti seorang ahli teknik industri memiliki cakupan yang luas di dunia kerja nantinya karena ia bisa kemana-mana dan bisa dimana-mana. Implikasi dari banyaknya disiplin ilmu yang dipelajari di teknik industry akan menjadikan seorang ahli teknik industi memiliki pandangan sistemik. Dia akan berbeda dari disiplin manajemen atau engineering lainnya karena keputusan dan anlisis yang dibuat akan mempertimbangkan banyak factor dan variable secara sistemik. Seorang ahli teknik industri juga bobotnya akan lebih berat danm,memiliki competitive advantage pada masalah optimasi (seperti riset operasi), supply chain, ergonomi, simulasi, kualitas, dan beberapa keilmuan lainnya.
Weakness
Kelemahan seorang insinyur teknik industri adalah bahwa ia cenderung generalis sehingga terkadang tidak memilki spesialisasi mendalam dalam suatu bidang ilmu tertentu.
Opportunity
Peluang yang ada dalam menghadapi persaingan yang kompleks yang saya yakini adalah bahwa ahli teknik industri memiliki cakupan pasar yang luas di dunia kerja karena ia bisa memakan pasar bursa kerja orang manajemen dan engineering bahkan sampai ke lapangan bisnis dan administrasi. Sehingga dengan pasar bursa kerja yang luas itu diharapkan juga peluangnya akan sangat besar.
Kedua adalah bahwa akan selalu ada hal yang perlu di-improve di dalam suatu perusahaan misalnya. Salah satu definisi teknik industri adalah melakukan peningkatan atau efisiensi. Pada masa pertumbuhan ekonomi seorang ahli teknik industri akan dibutuhkan untuk pengembangan sementara pada masa resesi ahli teknik industri akan dibutuhkan untuk efesiensi.
Peluang lainnya bagi seorang teknik industri adalah bahwa ia masih memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya atau menjadi terspesialisasi menjadi ahli dalam suatu subset yang lebih kecil. Keilmuan teknik industri masih relatif muda bila dibandingkan dengan disiplin engineering yang lainnya. Teknik industri bahkan bisa melebur bila dicampurkan dengan ilmu komputer dan teknologi informasi.
Threat
Banyak yang mengatakan bahwa Teknik Industri adalah jurusan teknik yang paling tidak jelas. Mungkin pandangan ini lahir karena orang membandingkannya dengan disiplin ilmu teknik yang lainnya. Orang sudah paham kalau seorang insinyur sipil itu pekerjaannya yaitu membuat jembatan, gedung, jalan raya, dan bangunan lainnya. Seorang arsitek berhadapan dengan estetika suatu bangunan, dapat dikatakan bahwa ia merupakan perpaduan antara seni dan teknik. Sementara mungkin anak elektro akan dianggap mahir dalam segala masalah kelistrikan dan telekomunikasi. Insinyur mesin juga pasti orang sudah bisa menebak kalau pekerjaannya akan berhubungan dengan suatu benda yang digerakan dengan motor. Sementara orang masih akan berfikir keras ketika ditanyakan apa itu Teknik Industri.

Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
  • Sistem Manufaktur
            Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.
  • Manajemen Industri
            Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
  • Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
            Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem Basis Data


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost